Sambut Paskah ; GKI Klasis Yapen Selatan, Jalan 17 Kilo Meter

0
95
PAM GKI Imanuel Serui Kota saat mengikuti kegiatan Gerak Jalan Ketepatan Waktu (foto Mark Imbiri)

Serui, Menyongsong perayaan Paskah tahun 2018, Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Yapen Selatan melaksanakan beberapa lomba, sebagai wujud solidaritas
antar jemaat.

Lomba-lomba kegiatan diantaranya lomba Cerdas Cermat Alkitab untuk Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), Gerak Jalan Ketepatan Waktu untuk Persekutuan Anak Muda (PAM) dan
Persekutuan Kaum Bapak (PKB), lomba Merangkai Bunga untuk Persekutuan Wanita (PW) dan juga karnaval Paskah untuk semua Jemaat. Bertempat di halaman Kantor Distrik Angkaisera, ketua Klasis Yapen Selatan Pdt. Resly Birahy, S.Th melepas peserta gerak jalan yang diikuti oleh 48 regu dari 43 Jemaat di lingkungan pelayanan klasis Yapen Selatan, Jumat 23/3/2018.

Menempuh jarak 17 kilo meter, perserta gerak jalan melewati kampung Mewani, kampung Borai, kampung Rambai, kampung Kabuaena, kampung Warari dan masuk perkotaan Serui, hingga finis di halaman kantor Klasis GKI Yapen Selatan yang di jalan Wr.Monginsidi.

“Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan dalam menyongsong Paskah ini, hari gerak jalan ketepatan waktu, kami mengambil jarak yang cukup jauh, dengan maksud menggalang dukungan kebersamaan antar jemaat, baik yang ada di dalam kota Serui maupun distrik lainnya dalam lingkup pelayanan Klasis Yapen Selatan”, jelas Pdt.Resly saat diwawancara awak media.

Pdt RESLY BIRAHY, Ketua Klasis Yapen Selatan (foto : Mark Imbiri)

Ketua Klasis mengharapakan, kegiatan ini dapat dimaknai sebagai rasa kesengsaraan Yesus Kristus saat memikul salib, oleh karena itu jemaat diharapkan dapat menanamkan hal ini dalam hidup sehari-hari dalam berjemaat dan melayani Tuhan, tegas Pdt Resly yang juga sebagai pendeta Jemaat GKI Kapernaum Serui.

Hal senada juga dikatakan oleh Louis Nenepat, selaku Koordinator PAM Klasis Yapen Selatan. Louis mengatakan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pemuda yang telah berpatisipasi dalam kegiatan gerak jalan ini.

“Sebagai anak muda dalam berpartisipasi seperti ini, pemuda tidak mengartikannya sebagai lomba dan berhadiahnya, namun rasa cape dalam menempuh perjalanan jauh seperti ini, tidak sebanding dengan Tuhan karena Tuhan telah memikul beban dosa kita” pesan koordinator PAM.

Nenepat mengatakan, pemuda jaman sekarang banyak terkontaminasi pengaruh global, oleh karena itu dengan aktif dalam kegiatan gereja seperti ini kekompakan tim PAM dapat terus di asa guna tetap melayani. Pemuda GKI terus bersatu, maju dan selalu menjadi teladan dalam melayani Tuhan, pesannya lagi.

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Maria Mayor, S.Si.

Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung bersama ibadah Jumat Agung, pawai obor dan ibadah kebangkitan (Paskah), minggu 1 April 2018. (*)

Pewarta : Mark Imbiri
Editor : Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here